Ragam Budaya Nasional
Indonesia adalah Negara yang mempunyai banyak pulau, dan itulah yang melatar belakangi banyaknya ragam budaya nasional. Keanekaragaman budaya disebabkan oleh beberapa factor, antara lain karena manusia tidak memiliki struktur anatomi secara khusus pada tubuhnya sehingga harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Oleh karena itu, kebudayaan yang diciptakan pun disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya. Selain itu, keanekaragaman juga disebabkan oleh perbedaan kadar atau bobot dalam kontak budaya satu bangsa dengan budaya yang lain. Sehingga pakaian, rumah, dan makanan bangsa indonesia di daeerah tropic jauh berbeda dengan yang dibutuhkan oleh bangsa Eskimo di daerah kutub.
Penerusan kebudayaan dapat dilakukan secara horizontal dan vertikal. Peneruzan secara horizontal dilakukan terhadap satu generasi dan biasanya secara lisan, sedangkan penerusan vertikal dilakukan antar generasi dengan jalan melalui tulisan (literer). Dengan daya ingat yang tinggi, manusia mapu menyimpan pengalaman sendiri maupun yang diperoleh dari orang lain.
Kebudayaan dijabarkan dalam komponen-komponen biologi, psikologi, dan sosiologi. biologi, psikologi, dan sosiologimerupakn tiga komponen yang membentuk pribadi manusia. Secara biologis, manusia mempunyai sifat-sifat yang diturunkan orang tuanya (hereditas) yang diperoleh sewaktu dalam kandungan sebagai kodrat pertama (primary nature). Bersamaan dengan itu, manusia juga memiliki sifat-sifat psikologi yang sebagian diperolehnya dari orang tuanya sebagaian dasar atau pembawaannya. Setelah bayi di lahirkan dan berkembang menjadi anak dalam alam kedua (secondary nature), terbentuklah pribadinya oleh lingkungan, khususnya melalui pendidikan. Manusia sebagai unsure masyarakat dalam lingkungan ikut seta dalam pembentukan kebudayaan.
Kebudayaan mempunyai struktur cultural universal yang telah dikemukakan, unsur-unsurnya dapat dibagi dalam bagian-bagian kecil yang disebut traits complex, lalu terbagi lagi dalam traits, items. Misalnya, system ekonomi dapat dibagi antara lain menjadi bertani.
Untuk bertani diperlukan bajak dan cangkul. Kedua alat tersebut dapat dipisahkan lagi menjadi unsur yang terkecil. Begitu pula dengan kebudayan nasionalterdiri atas kebudayaan suku-bangsa merupakan subkultur yang dapat dibagi lagi menurut daerah, agama, aadat istiadat, dan sebagainya. Kebudayaan mempunyai nilai yang relatif (cultural value), bergantung pada siapa yang memberikan nilai, dan alat pengukur apa yang digunakan.
Ada juga contoh keanekaragaman yang berada diindonesia seperti :
merupakan kain bergambar dan peroses pembuatannya secara khusus yang di gambar atau menerakan motif ke suatu kain yang masih kosong, dan kemudian melaui proses khusu sehingga mempunyai ciri khas pada kain tersebut.
B.Upacara Tabuik Sumatera Barat
Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam
C.Karapan sapi Masyarakat Madura Jawa Timur
Karapan Sapi adalah acara khas masyarakat Madura yang di gelar setiap tahun pada bulan Agustus atau September, dan akan di lombakan lagi pada final di akhir bulan September atau October. Pada Karapan Sapi ini, terdapat seorang joki dan 2 ekor sapi yang di paksa untuk berlari sekencang mungkin sampai garis finis.



Komentar
Posting Komentar